Minggu, 27 Oktober 2013

Review Karakter: Suzuya Kou

Suzuya Kou
Sudah lama banget pengen mereview karakter satu ini, tapi apa daya baru bisa ditulis sekarang. Karakter ini adalah salah satu karakter pendukung dalam manga Boku No Hatsukoi O Kimi Ni Sasagu, bernama Suzuya Kou. Bagi yang cuma nonton Live Action nya mungkin menganggap karakter ini cuma kayak iklan lewat alias kurang diperhatikan. Tapi dalam manga, karakter ini cukup berperan penting dalam kehidupan dua tokoh utamanya, Kakinouchi Takuma dan Taneda Mayu.

Ada beberapa perbedaan mengenai latar belakang Kou dalam manga dengan versi Live Action. Sejauh yang aku ingat, dalam versi Live Action si Kou ini digambarkan hanya sebagai cowok playboy annoying yang malu dengan latar belakang keluarganya. Tapi ketika membaca manganya, persepsi pembaca mungkin akan berubah. Oke, langsung aku sampaikan apa yang aku tangkap dari karakter ini dalam versi manganya.

Suzuya Kou, dimunculkan pertama kali saat upacara penyambutan siswa baru di sekolah baru Takuma dan Mayu. Ia menjabat sebagai ketua dewan siswa (kalau di sini disebut OSIS) sekaligus ketua asrama putra. Kemunculannya tersebut cukup mencuri perhatian semua anak baru dan dengan cepat menjadi idola murid-murid baru terutama para cewek. Kou sangat suka menjadi pusat perhatian dan tidak pernah memperlihatkan sikap serius ketika berbicara dengan orang lain. Ketika pertama kali bertemu Mayu, Kou pun langsung tertarik. Selain karena penampilan Mayu yang 'sedap' dipandang mata, Kou tertarik pada Mayu karena mengetahui bahwa Mayu menyukai Takuma yang memiliki kelainan pada jantungnya.

Meski dari luar kelihatan seperti seseorang yang cuek dan 'cetek', Kou termasuk anak yang pintar dengan memperoleh beasiswa selama sedolah dari SMP sampai SMA. Ia juga bertanggungjawab, hal ini terlihat dari keputusannya menempatkan saudara laki-lakinya, Ritsu, sekamar dengan Takuma dengan pertimbangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Takuma, Ritsu akan dapat memberikan pertolongan pertama mengingat mereka berdua juga memiliki ayah yang meninggal akibat kelainan jantung. Kou juga sangat perhatian pada Takuma walaupun mereka adalah saingan dalam hal memperebutkan Mayu. Kou sering memberikan nasehat pada Takuma baik selama masih satu sekolah sampai Kou menjadi mahasiswa dan Takuma menjadi ketua asrama menggantikan Kou. Dan walaupun banyak disukai cewek Kou tidak pernah memanfaatkan kepopulerannya untuk 'nyosor' semua cewek itu. Terbukti ketika salah seorang ibu dari murid privatnya mencoba merayu Kou, ia menghindar dengan halus. Ketika salah seorang teman sekelasnya di universitas menyatakan perasaan pada Kou, Kou juga menolak. Tapi meski menolak, Kou tetap menunjukkan perhatian pada cewek itu karena khawatir cewek itu akan merasa sedih berkepanjangan. Pada akhirnya Kou menerima cewek itu sebagai pengganti Mayu demi menyelamatkan cewek itu dari rencana jahat rekan kerjanya di kafe sebelum ia mengalami koma.

Mungkin cukup segitu aja gambaran umumnya, bagi yang ingin lebih tau lebih banyak bisa baca sendiri manganya dan bandingkan seberapa jauhnya perbedaan karakter yang ditampilkan dalam manga dengan yang ditampilkan dalam versi Live Actionnya.



Sabtu, 28 September 2013

Review Manga: Akuma To Love Song

Akuma To Love Song Vol.1 Cover
Kali ini saya akan mereview shojo manga berjudul Akuma To Love Song. Kesan pertama waktu dengar judulnya, yang aku bayangkan sih ini manga pasti bertema roman antara manusia dan setan. Tapi ternyata judul memang kadang samasekali tidak bisa menggambarkan isi suatu cerita (ahahaha......ketipu judul lagi).

Manga ini menceritakan sang tokoh utama bernama Kawai Maria yang baru pindah dari sekolah elite St. Katria ke SMA Totsuka. Jauh-jauh hari sebelum kedatangan Maria, terdengar desas-desus tidak mengenakkan mengenai alasan kepindahan Maria ke Totsuka. Maria yang mendengar desas-desus itupun mengatakan kepada calon teman-teman sekelasnya bahwa alasan kepindahannya adalah karena dikeluarkan akibat melakukan kekerasan kepada seorang guru di St. Katria.

Mendengar pengakuan itu, kontan saja murid-murid yang sudah memiliki prasangka buruk jadi enggan untuk berurusan dengan Maria dan Maria pun menjadi natural enemy bagi semua murid karena perkataannya yang blak-blakan dan terkesan kasar.

Namun seiring berjalannya waktu, satu persatu teman sekelasnya mulai bisa menerima keberadaan Maria. Bahkan beberapa dari mereka menjadi teman baik Maria. Namun seperti halnya manga lain, ketika satu masalah terselesaikan maka akan muncul permasalahan baru. Maria mulai terlibat cinta segitiga dengan Meguro Shin dan Kanda Yuusuke, terlibat persaingan dengan Ibuki Hana, dan munculnya sahabat lama dari St. Katria mulai menambah kompleks permasalahan yang dihadapi Maria. Bagaimana ia akan menghadapi semua itu dan bagaimana teman-teman baiknya akan membantunya, akan dapat kita ketahui saat membaca manga ini.

Meskipun termasuk jenis shojo manga namun manga ini tidak terlalu lebay seperti kebanyakan shojo manga lainnya. Dan yang aku suka adalah ada nilai-nilai yang bisa diambil dari manga ini, karena manga ini juga menunjukkan bagaimana cara menghadapi bullying tanpa kehilangan jati diri kita. Tapi yang aku kurang suka adalah manga ini masih terikat dengan pakem shojo manga di mana para tokoh utama selalu ditampilkan paling 'wah' dan yang lain biasa-biasa aja (kesannya 'jauh banget bedanya'). Tapi mungkin memang harus gitu kali ya biar para calon pembaca tertarik buat baca/beli.

Minggu, 15 September 2013

Review Manga: Basilisk






Pertama kali denger judulnya, jujur aku nggak tertarik baca manga ini soalnya judulnya bikin ingat salah satu makhluk berwujud ular yang ada di Harry Potter, jadi aku bayangin kalo ceritanya tentang monster-monsteran gitu. Tapi setelah gak sengaja nonton episode terakhir animenya di salah satu TV swasta subuh-subuh, aku jadi niat mau baca manganya karena ternyata genrenya cocok denganku.

Manga ini ditulis oleh Masaki Segawa dan diterbitkan di Jepang tahun 2003-2004. Menceritakan kisah perseteruan klasik antara dua klan ninja yaitu Iga dan Kouga. Rasa benci antara kedua klan yang sudah terjadi selama 400 tahun lebih telah memicu berbagai insiden berdarah yang menelan banyak korban jiwa.Pada akhirnya peperangan antara kedua klan dapat dihentikan oleh perjanjian perdamaian yang digagas oleh Hattori Hanzo I, meski demikian rasa dendam dan kebencian masih tertanam dalam hati masing-masing.

Beberapa tahun setelah disetujuinya perjanjian perdamaian, Tokugawa Ieyasu (shogun pada masa itu) pun mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri Ieyasu ini mulai memicu perpecahan pendapat mengenai siapa yang pantas untuk menjadi penerus Ieyasu. Persaingan dalam istana yang menjadi semakin tidak terkendali membuat para penasihat kerajaan mengusulkan pada Ieyasu untuk menggunakan jasa ninja untuk menentukan siapa yang akan menjadi penerusnya. Ieyasu menyetujui usulan tersebut, kemudian ia memerintahkan mencabut perjanjian perdamaian kedua klan ninja tersebut dan memerintahkan Ogen dan Danjo (Pemimpin kedua klan) menunjuk 10 orang ninja terbaiknya untuk mengikuti kompetisi hidup mati untuk menentukan shogun berikutnya. Pertarungan pun dimulai antara 10 orang ninja dari masing-masing klan dengan kemampuan ninja yang menakutkan.

Ringkasan ceritanya segitu aja ya, kalo mau tau gimana kelanjutannya silahkan baca sendiri manganya.

Manga ini tidak cocok buat anak-anak dan orang-orang yang sensitif, karena banyak ilustrasi yang dogambarkan terlalu eksplisit ( T_T berarti aku nggak sensitif ya?).Tapi nilai moralnya sebenarnya bagus (kalo bisa nangkep), nilai moral yang aku tangkap sih sebenarnya para ninja tersebut hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan senang, sedih, cinta, benci, dendam, serta perasaan lain yang juga dirasakan oleh manusia lainnya. Kita tidak boleh meniru sikap Ieyasu dan para penasihatnya yang menganggap para ninja lebih rendah daripada para samurai, bahwa jika para ninja tersebut mati tidak akan ada pengaruhnya bagi siapapun. Padahal para ninja tersebut pasti memiliki keluarga dan orang yang dikasihi yang akan merasa kehilangan jika mereka mati.

Kamis, 16 Mei 2013

Review Manga: Gekka No Kimi

Sebelumnya sebagai informasi bagi yang tidak tahu siapa itu Hikaru Genji, ia adalah tokoh utama dalam novel fiksi karya Murasaki Shikibu. Dalam novel tersebut diceritakan bahwa suatu ketika ayahnya yang merupakan seorang raja menikahi seorang perempuan muda yang usianya hanya terpaut beberapa tahun. Seiring waktu berjalan, Genji pun akhirnya jatuh cinta kepada ibu tirinya tersebut. Namun karena menyadari bahwa cintanya tidak mungkin bersambut, ia pun melampiaskannya dengan bermain-main dengan banyak wanita.

Nah, manga ini bercerita tentang Kunishige Hazuki, seorang siswa SMA yang 'konon' adalah reinkarnasi dari Hikaru Genji. Sebagai hukuman atas perbuatannya di masa lalu, Hazuki menderita penyakit aneh yaitu tangannya selalu gemetar tak terkendali tiap kali berdekatan dengan perempuan. Hal tersebut juga terjadi ketika ia bertemu dengan Kikuchi Shuu. Meski demikian dia tetap tertarik pada Shuu dan sesuai anjuran Kyuutaro--teman sekelas yan juga maniak novel Hikaru Genji-- Hazuki pun ikut-ikutan membaca novel tersebut. Permasalahan mulai muncul setelah Hazuki membaca novel Hikaru Genji. Hazuki mulai mengalami episode-episode blackout di mana ia tidak ingat hal-hal yang dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

Lalu bagaimana Hazuki akan menyelesaikan masalah-masalahnya sembari berusaha mendapatkan cinta Shuu? Bagi para maniak shoujo manga silahkan baca sendiri manga ini. Manga ini sangat lumayan dibaca sebagai pengisi waktu luang dengan hanya terdiri dari 7 volume sehingga ceritanya tidak bertele-tele. Bagi yang belum pernah membaca novel Hikaru Genji, di manga ini turut disertakan ilustrasi dari beberapa adegan dalam novel tersebut sehingga kita dapat mengerti kaitan antara tokoh-tokoh dalam manga dengan para tokoh di dalam novel.

Jumat, 21 Desember 2012

Review Manga: Ouroboros

Ouroboros Vol 1 Cover
Ryuuzaki Ikuo dan Danno Tatsuya, dua anak yatim yang tinggal di sebuah tempat yang mereka sebut 'Mahoroba' suatu ketika mendapati 'sensei' mereka terbunuh. Meski sempat melihat sekelebat para pelaku pembunuhan, namun penyidik dari kepolisian sama sekali tidak menganggap kesaksian mereka bahkan mengancam mereka agar menutupi kasus tersebut.

Kini, 15 tahun sejak peristiwa tersebut Ryuuzaki telah menjadi polisi berpangkat Sersan dan Danno telah menjadi orang nomor dua di Grup Matsuo, salah satu organisasi anggota sindikat Abiko. Meski memilih jalan yang berbeda, keduanya mempunyai tekad yang sama yakni untuk membalaskan dendam mereka pada penyidik yang mengancam mereka semasa kecil dan menguak kebenaran dibalik pembunuhan 'sensei' mereka. Dengan posisinya sebagai penegak hukum, Ryuuzaki selalu memberikan informasi rahasia kepada Danno, begitu pula sebaliknya, Danno selalu memberikan informasi kepada Ryuuzaki mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia kejahatan.

Meski telah berhasil mencapai posisi penting, hal ini ternyata masih tidak cukup karena usaha mereka untuk mencari kebenaran tentang pembunuhan 'sensei' mereka dihadang oleh kekuasaan yang lebih besar dari petinggi kepolisian yang mereka sebut sebagai 'Si Jam Tangan Emas'. Ditambah lagi dengan kasus-kasus kriminal yang harus ditangani Ryuuzaki serta persaingan sesama yakuza yang harus dihadapi oleh Danno, pencarian mereka bisa dipastikan masih memerlukan waktu yang lama.

Manga yang cukup seru untuk dibaca, dengan konflik yang lebih dewasa dan lebih mendekati realita. Poin penting dari manga ini adalah mengenai bagaimana dua orang dari dua dunia yang berbeda satu sama lain saling bekerja sama untuk mencari keadilan bagi mereka. Bagaimana usaha mereka berdua untuk mencari kebenaran di tengah dua dunia berbeda yang ternyata sama-sama tercemarnya. Tapi prediksiku, jika suatu saat mereka telah berhasil menemukan target mereka 'Si Jam Tangan Emas', mereka akan dihadapkan pada pertentangan satu sama lain mengenai benar atau tidak tindakan balas dendam yang mereka lakukan. Ryuuzaki yang sudah terbiasa bergaul dengan polisi akan mulai memahami bahwa tidak semua polisi mempunyai sifat yang jahat, bahwa masih ada polisi yang memiliki hati yang tulus ingin menegakkan kebenaran. Dan dua orang yang saling bekerja sama ini suatu saat kemungkinan harus berhadapan satu sama lain untuk mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Senin, 19 November 2012

Review Karakter: Suoh Tamaki

Tamaki Flirt Mode:On
Suoh Tamaki adalah seorang murid kelas dua dari sebuah Akademi elite bernama Ouran. Ia bersama Ootori Kyouya merupakan pendiri Host Club di sekolahnya dan ia menjadi ketua klub tersebut dengan julukan King.

Memiliki sifat narsis taraf akut dan pandai merayu wanita mulai dari anak-anak sampai yang sudah ibu-ibu. Kalau dari segi otak, menurut saya dia ini ada di taraf perbatasan antara pintar dan idiot. Cukup pintar karena selama sekolah di Ouran dia selalu menempati peringkat kedua di bawah Kyouya, dan idiot karena dia kadang-kadang tidak mengerti hal-hal umum dalam kehidupan sehari-hari. Karena keidiotannya tersebut dia jadi sering dikerjai oleh si kembar Hikaru dan Kaoru, tapi tidak pernah merasa marah atau dendam pada mereka. Dia juga sering menunjukkan reaksi yang berlebihan jika terjadi masalah yang berkaitan dengan Haruhi si 'korban cinta'-nya. Tamaki sangat peduli dengan permasalahan orang lain dan tidak segan  untuk membantu mereka menemukan pemecahan masalahnya. Meski begitu, dia sangat tidak peka pada permasalahannya sendiri.

Dia adalah anak tunggal Suoh Yuzuru, pemilik Akademi Ouran dan pewaris grup perusahaan Suoh. Ibunya adalah orang Perancis bernama Anne-Sophie De Grantaine. Ia tinggal terpisah dari ayahnya juga dari ibunya. Ayahnya tinggal di rumah utama keluarga Suoh bersama dengan neneknya dan ibunya bersembunyi di suatu tempat di Prancis. Dari kilas balik pada waktu masa kecilnya diketahui bahwa sifatnya yang cenderung egois dan ingin semua orang menuruti keinginannya disebabkan oleh pesan ibunya agar ia dapat lebih menikmati hidupnya dan melakukan segala sesuatu yang diinginkannya.

Sebenarnya Tamaki masuk ke dalam tipe karakter pangeran kalau saja dia tidak punya sisi kelakuan idiot dan kekanak-kanakan. Tapi sifat idiotnya ini ternyata punya sisi positif loh, dengan sifatnya yang idiot dan kekanak-kanakan membuat dia jadi lupa dengan permasalahan keluarganya yang lumayan berat. Dia jadi tidak mudah stress, tidak merasa minder, dan tidak merasa terbebani dengan tanggung jawab yang harus dipikul sebagai pewaris keluarga Suoh berikutnya.

Senin, 12 November 2012

Review Manga: Silver Spoon


Hachiken Yugo adalah seorang anak kota yang memutuskan untuk bersekolah di sebuah SMA Pertanian di daerah pinggiran karena merasa gagal selama masa SMP. Dia beranggapan bahwa dengan standar pendidikan yang berbeda dari sekolah di kota besar, dia bisa menjadi nomor satu di sekolah barunya dengan mudah. Ketika mengetahui bahwa dirinya adalah satu-satunya murid yang tidak mempunyai impian di masa mendatang, Hachiken mulai merasa tertekan. Pendidikan yang bersifat praktikal dan menguras fisik juga semakin menambah keraguan apakah dirinya akan bisa menjadi yang terbaik mengingat cara belajarnya selama ini yang hanya bersifat teori. Apakah dia akan bisa mencapai ambisinya? Ataukah ia akan menemukan hal yang lebih berharga daripada hanya menjadi nomor satu di sekolah? Jawabannya hanya bisa ditemukan kalau membaca manga dengan judul asli Gin No Saji ini.